!#/SEODoei/Posterous http://seodoei.posterous.com SEO Issues And The Latest SEO News posterous.com Wed, 09 Feb 2011 02:07:00 -0800 Google Sandbox http://seodoei.posterous.com/google-sandbox http://seodoei.posterous.com/google-sandbox
Media_httpwwwcrunchba_awbga

Beberapa hari yang lalu website saya pada ngilang, tapi tidak di ban, dan itu memang bukan kemauan saya untuk itu. Tapi kita gak bisa ngapa ngapain dengan kejadian itu. Website saya masuk sandbox! pancen Google kurang kerjaan!!! hehehee…. Posting kali ini disela sela Indonesia Bootcamp, saya coba ngupas singkat tentang Google Sandbox. Google Sandbox adalah istilah metaphorical untuk menjelaskan mengapa kebanyakan website baru memiliki rangking yang kurang bagus di Google Search Engine Results Pages (SERPS). Sedikit sekali orang yang mengetahui akan keberadaan ‘sandbox’ ini, dan sebenarnya sandbox ini merupakan sebuah filter yang diletakkan dalam algoritma-algoritma Google sekitar March 2004. Apa fungsi dari Google Sandbox? Penjelasan umum yang dapat difahami mengenai Google Sandbox adalah sandbox itu memungkinkan Google memfilter website-website yang masih memiliki beberapa kekurangan, sehingga website-website yang benar-benar memiliki kualitas bagus dan konten up to date dapat lebih di dahulukan. Ini semua berkaitan dengan interest Google untuk memastikan bahwa hasil yang ditampilkannya adalah hasil pencarian yang memiliki SERPS bagus yang mengarah pada website-website yang memiliki relevansi tinggi, up to date serta useful. Relevansi adalah kunci kesuksesan dalam search engine, sehingga sangat perlu untuk melakukan semua langkah untuk memastikan relevansi dari hasil pencarian Google. Memfilter website-website baru dan memonitor mereka memungkinkan website-website ini melakukan perbaikan sehingga lebih akurat dengan SERPS yang sebenarnya. Gejala kena Sandbox Bagaimana kita tahu jika website masuk ke dalam sandbox? Kebanyakan website-website yang memiliki domain baru (baru teregistrasi) biasanya oleh Google akan dimasukkan ke dalam Sandbox begitu mereka menemukan site-site tersebut. Google akan menemukan site dengan mengikuti Inbound Link (IBL) dari site lain yang di crawl oleh Googlebot. Kita akan melihat dan menemukan website dalam normal Google SERPS jika kita mencarinya dengan menggunakan domain name, tapi tidak akan terlisting dengan menggunakan kata kunci apapun. Selain itu Google juga tidak akan menunjukkan website-website lain yang memiliki link ke website kita, ataupun menampilkan page-page yang memiliki hubungan dengan kita. Dengan kata lain, Google tidak akan menampilkan page lain selain HOME (index) page milik kita. Jika kita melacak website visitor statistiknya ada di Google Sandbox, akan terlihat bahwa Googlebot selalu datang secara reguler untuk melakukan crawling ke semua page yang ada. Google benar-benar mengetahui bila page kita itu exist dan mengetahui konten didalamnya, tapi tidak melistingnya di SERPS utamanya. Dengan kata lain, karena website kita baru, sehingga masih dalam masa probation tempatnya di ‘sandbox’. Berapa lama sebuah website berada di Google Sandbox? Sulit memperkirakan berapa lama sebuah website akan berada di Google sandbox karena semua itu tergantung dari tipe-tipe kata kunci yang dipakai. Waktu yang dapat di perkirakan antara 6-8 bulan dan tidak ada yang dapat dilakukan oleh kita pemilik website bila sudah website sudah berada di Sandbox kecuali menunggu. Google Sandbox bukanlah berita buruk. Jika site kita memiliki konten yang berkualitas dan materialnya relevan maka akan dengan sendirinya keluar dari Sandbox dan akan mendapatkan ranking di. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya ketika berada dalam Sandbox untuk memperbaiki final rangking nanti setelah keluar dari sana. Jangan bingung sendiri. Jangan pernah lupa, Google bukan satu-satunya search engine. Masih ada banyak search engine lain yang digunakan secara luas oleh masyarakat online, seperti MSN diperkirakan akan menjadi pesaing Google dimasa mendatang. Yahoo dan Alta Vista tidak memiliki kebijakan sandbox filter sehingga website baru akan dapat cepat terlisting dan segera mendatangkan traffic ke website. Jadi jangan melulu terpancang hanya pada Google saja.

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://posterous.com/images/profile/missing-user-75.png http://posterous.com/users/hesWoEP4e0jrk seodoei seodoei seodoei
Tue, 02 Nov 2010 01:46:00 -0700 How To Rank Well On 4 Major Search Engine? http://seodoei.posterous.com/how-to-rank-well-on-4-major-search-engine http://seodoei.posterous.com/how-to-rank-well-on-4-major-search-engine
Media_httpwwwcrunchba_gfwfh

Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan oleh pembaca dan klien adalah bagaimana caranya mengoptimalkan sebuah situs untuk memenuhi kebutuhan algoritma ke empat search engine besar seperti Google, Yahoo, MSN dan Ask jeeves? Kendati telah banyak perubahan yang terjadi di tatanan organic search engine selama enam bulan terakhir, namun cara pengoperasian mesin pencari masih tetap sama. Pertanyaan ini merupakan refleksi dari ide dan gagasan webmaster yang menginginkan penempatan SEO di satu mesin pencari bisa berimbas pada top rank di search engine lainnya. Biasanya para   teknisi mengoptimasi situs agar berhasil masuk top rank di Google namun gagal di Yahoo, MSN dan Ask. Alternatifnya mereka kerap mengorbankan ranking tinggi di Google untuk mengejar peringkat terbaik di ke tiga search engine tersebut. Perbedaan cara kerja semua search engine di atas acap membuat bingung webmaster dan search marketer, khususnya saat menentukan cara optimasi terbaik untuk mendapat hasil top rank di ke empat mesin pencari. Teknik yang mungkin bisa bekerja di salah satu mesin pencari mungkin tidak berguna di mesin pencari lainnya. Pada beberapa kasus, teknik yang baik untuk old school engine seperti MSN dan Ask dan mungkin yang paling segar, Yahoo, merupakan kematian untuk Google. Ada satu cara desain situs yang search engine friendly dan filosofi optimasi yang dapat bekerja dengan baik. Konten yang bagus, smart networking dan selalu konsisten. Situs yang memiliki konstruksi yang baik dan yang telah teroptimasi dengan sempurna bisa masuk top rank di semua mesin pencari besar. Hal ini membuktikan bahwa situs tersebut berguna dan memiliki informasi yang relefan. Meskipun sama-sama membagi informasi, namun ada banyak perbedaan di ke empat mesin pencari itu. Masing-masing search engine besar menggunakan agen spider unik yang dikenal sebagai Googlebot, Slurp (Yahoo/Inktomi), Teoma/Ask.com dan MSNbot yang menemukan informasi dengan cara mengikuti link dari dokumen ke dokumen di semua web. Spider didesain untuk me-revisit situs berbasis semi-reguler meskipun mereka lebih sering meng-hit index atau homepage) ketimbang page lainnya. Spider akan menggali lebih dalam untuk mencari perubahan pada internal dokumen berdasarkan perubahan di index atau homepage. Setiap database pencarian memiliki karakter yang berbeda, dan yang lebih penting, masing-masing mesin memiliki algoritme sendiri untuk menyortir dan memberi kedudukan web document. Tahap pertama dalam SEO adalah mendapatkan informasi mengenai database tersebut. Situs wajib dibangun sedemikian rupa agar memudahkan proses pembacaan dan penyerapan informasi serta konten yang ada oleh si Spider. Sukses atau gagalnya kampanye optimasi multi-engine ditentukan oleh metode dan teknik yang digunakan. Sebelum mulai membangun konstruksi situs, sebaiknya Anda memperbanyak pengetahuan tentang off-site element apa yang dicari oleh search engine. Mengevaluasi dan memeriksa kontenadalah kunci awal untuk memulainya. Faktor on-page biasanya dijumpai pada satu atau empat area, Titles, Tags, Text dan Structure. Sementara elemen off-page meliputi link, locality, search-user behaviour dan performa dari competing sites. Berikut breakdown thumbnail faktor penting yang akan dipertimbangkan oleh masing-masing search engine Google: Incoming Links, On-page SEO, Site Design Spiderability, User analytics, Outgoing links, Inclusion in other Google indexes, Document Histories Yahoo: On-page SEO, Links and Link Patterns, Site Design, User analytics, Inclusion in other Yahoo indexes, Document Footprints Bing: On-page SEO, Site Design and Structure and Sipderability Ask: On-page SEO, Site Design, Site Structure and Spiderability. Karena Google menguasai lebih dari 50% traffic di search engine, maka pelaku SEO, webmaster dan search advertiser lebih menitikberatkan pada mesin pencari kreasi Larry Page dan Sergey Brin ini. Ada beberapa tips yang bisa digunakan. Website baru mesti selalu memperkenalkan dirinya ke mesin pencari dengan berfokus pada konten. Terus menambahkan konten baru seiring berjalannya waktu adalah jalan terbaik untuk memberi makan search spider ketimbang memberikan mereka sebuah situs yang sudah penuh dengan informasi. Search engine, khususnya Yahoo dan Google, sangat mengapresiasi konten segar (baru) dan mereka bisa datang berulangkali ke situs setiap material baru ditambahkan. Pada akhirnya, pelatihan SEO yang baik akan diganjar  posisi terhormat di ke empat mesin pencari. Website yang baik dan dokumen yang berkualitas akan mampu ditempatkan pada mesin pencari tersebut di waktu yang bersamaan. Sudahkah Anda berlatih?

Permalink | Leave a comment  »

]]>
http://posterous.com/images/profile/missing-user-75.png http://posterous.com/users/hesWoEP4e0jrk seodoei seodoei seodoei